Minggu, 19 Juni 2016

Captain America: Civil War
(2016)

Quality: HDTC
civil-war.jpg
movieinfo.png
Released
6 May 2016 (USA)
Country USA
Language
English | German | Russian | Romanian
Genre
Action | Adventure | Sci-Fi | Thriller
Director
Anthony Russo, Joe Russo
Writers
Christopher Markus (screenplay), Stephen McFeely (screenplay) | 3 more credits »
Starcast
Chris Evans, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson | See full cast & crew »
Rating imdb-icon.gif8.6/10

Review:
Bukan hanya sekedar berlabel sekuel kedua Captain America dan film ke-13 dari Marvel Cinematic Universe (MCU), Captain America: Civil War jauh lebih besar dari itu ketika dalam materi promosinya ia tidak sekedar mencoba membawa kisah sang Kapten lebih jauh lagi sebagai pembuka fase ke-3 MCU namun menawarkan lebih banyak kehadiran pahlawan super ‘baru’ sebagai penawar kekecewaan yang mungkin sempat kamu rasakan dalam The Avengers: Age of Ultron.

Memulai segalanya sebagai awal dari fase ketiga MCU, Captain America: Civil War membuka ceritanya dengan efek pasca insiden Sokovia di Avengers: Age of Ultron yang memaksa para pemimpin dunia terpaksa harus mengambil keputusan dengan membatasi gerak-gerik para Earth’s Mightiest Heroes yang dalam setiap misinya tidak jarang memakan korban jiwa tak bersalah dari masyarakat sipil, terakhir ketika mereka mengejar Brock Rumlow a.k.a Crossbones (Frank Grillo) di Lagos, Nigeria.

Tentu saja ini kemudian menjadi situasi rumit yang harus dihadapi para punggawa Avengers, sang pemimpin, Captain America (Chris Evans) menolak menandatangani perjanjian Sokovia, sementara Iron Man (Robert Downey Jr.) memilih untuk ikut dengan cara pemerintah. Menjadi lebih pelik ketika Steve Rogers harus menerima kenyataan bahwa sahabat baiknya, Bucky “The Winter Soldier” Barnes (Sebastian Stan) menjadi tersangka utama di balik salah satu kejadian terorisme mematikan di Vienna, Austria.

Sang kapten memilih untuk memberontak dan menyelamatkan Bucky tentu saja dengan konsekuensi besar, ia harus berhadapan dengan separuh teman-teman Avengers-nya sendiri. Sementara dari kejauhan ada sosok misterius Helmut Zemo (Daniel Bruhl) yang punya agenda tersendiri.

Jika dua seri The Avengers menghadirkan konsep good vs evil dengan membawa banyak pahlawan super melawan teror jahat dari luar macam alien atau robot cerdas, maka Captain America: Civil War mencoba tampil lebih ekstrem. Ya, ini adalah pertarungan masif ketika di dalamnya melibatkan aksi superhero vs superhero seperti yang bolak-balik diperlihatkan dalam beberapa trailler-nya termasuk salah satu yang paling menghebohkan ketika menampilkan kehadiran sosok laba-laba merah dengan konsep yang berada dalam wilayah abu-abu.

Ini adalah pertandingan besar antara tim Kapten vs tim Iron Man yang ironis siapa pun siapa pun yang menang maka dunia tetap kalah. Tetapi bukan berarti Civil War menjadi Avengers 2.1 dengan hanya mengandalkan satu lusin superhero semata, ini tetap adalah film sang Kapten dan ia tetap menjadi hati dan jiwanya. Kita tahu Steve Rogers mungkin adalah manusia dengan kebaikan hati begitu besar dan di sini sekali lagi, seperti di dua seri pendahulunya ia kembali harus mengambil sebuah keputusan sulit di situasi yang pelik. Membawa kembali sosok Bucky setelah peristiwa di The Winter Soldier adalah langkah tepat. Bucky jelas menjadi sangat personal buat Steve Rogers, ia tidak hanya sahabat namun juga satu-satunya bagian dari masa lalunya yang masih ada apalagi di sini sang pujaan hati. Peggy Carter dikisahkan telah tutup usia.

Jadi melindungi Bucky yang notabene adalah buronan paling dicari adalah sebuah keharusan bagi Steve Rogers. Tentu saja dibutuhkan alasan kuat mengapa dua kubu superhero harus terpecah dan saling baku hantam. Sepintas mungkin yang terlihat terkesan sederhana, semata-mata hanya ada Captain America yang melindungi teman sekaligus musuh dan saya senang ternyata duo penulis naskahnya, Christopher Markus dan Stephen McFeely tidak menggampangkannya begitu saja.

Benturan ideologi berbeda antara tim Kapten dan tim Iron Man dihadirkan dengan alasan yang kuat dan juga rumit. Di satu sisi Steve Rogers tidak ingin aksi kemanusiaan mereka dibatasi yang berarti ia tidak bisa beraksi setiap saat tanpa persetujuan pemerintah, baginya jatuhnya korban sipil dalam sebuah peperangan melawan kejahatan itu memang tidak bisa dihindarkan. Sementara Tony Stark menyetujui langkah pemerintah dan pemimpin dunia untuk membatasi aksi mereka pasca kejadian di Sovokia yang merenggut banyak jiwa tak berdosa ini diperkuat dalam sebuah adegan di mana Stark bertemu dengan ibu dari salah satu korban Sovokia yang menyalahkan aksi heroiknya di Age of Ultron lalu.

Tidak ada yang bisa disalahkan dari keduanya, keduanya punya alasan mereka masing-masing yang membuat momen pembukaan Civil War menjadi kuat. Argumen moral tentang perbedaan dalam menyingkapi collateral damage kemudian berujung konflik horizontal kemudian menjadi tak terelakkan. Hubungan antara Steve dan Tony benar-benar mendapat ujian berat di sini, penonton akan disuguhkan sebuah bromance antara Rogers dan Bucky sementar di tempat lain juga menjadi saksi pertentangan batin Tony Stark dengan segala masa lalu tentang nasib kedua orang tuanya.

Ya, Civil War memang punya konsep menarik ketika menawarkan benturan internal antara sesama superhero dengan segala motifnya, tetapi kalau mau jujur, dari segi penceritaan ia hanya sedikit lebih baik dari Age of Ultron dan masih jauh berada di bawah salah satu seri terbaik MCU; Captain America: The Winter Soldier yang begitu intens dan solid. Setelah first act yang cukup kuat Civil War kehilangan konsistensi dalam upayanya penceritaannya dan kemudian menderita banyak di sepertiga akhir yang kebanting telak setelah momentum puncak dalam pertarungan luar biasa di landasan pesawat terbang meski harus diakui juga itu sebuah akhir yang cukup emosional.

Ya, beberapa kejutan berupa kemunculan para anggota baru Avengers macam Black Panther (Chadwick Boseman) dan yang paling ditunggu, Spider-Man (Tom Holland) sedikit banyak mampu membiaskan kondisi plotnya yang agak kacau termasuk kehadiran villain misterius Helmut Zemo yang dimainkan Daniel Bruhl yang sayangnya berakhir dengan motif terlalu simpel. Berbicara soal adegan di airport tadi, Civil War di bawah arahan Anthony Russo dan Joe Russo yang kembali dipercaya setelah pekerjaan bagus mereka di The Winter Soldier sukses menghadirkan sekuen pertarungan terbaik sejauh ini dalam sejarah adaptasi superhero layar lebar.

Setiap set-pieces dihadirkan duo Russo dengan fantastis, humor, aksi dan spesial efek melebur menjadi sebuah kesatuan kesenangan yang diharapkan tidak pernah berakhir, setiap karakter yang terlibat mendapatkan sinarnya masing-masing. Melihat bagaimana Spider-Man “baru” bergabung dengan penuh gaya menghajar Falcon dan Bucky itu tak terlukiskan dengan kata-kata, terkaman garang Black Panther memberi asupan segar sampai puncaknya aksi Ant-Man bersama kejutan besar jelas adalah mimpi basah yang akhirnya benar-benar terwujud tidak hanya buat para penggemar komik namun siapa saja yang mencintai film superhero. Tidak diragukan lagi, momen itu akan selalu dikenang oleh peontonnya selama bertahun-tahun kemudian.

Spider-Man jelas adalah salah satu daya tarik terbesar buat Civil War setelah Marvel menegaskan rumor yang beredar dalam sebuah trailer yang sempat menghebohkan beberapa bulan sebelum filmnya dirilis. Menariknya, Civil War bukan sekedar ajang come back sekelebatan buat Spidey untuk sekedar mencuri perisai si Kapten setelah Sony memutuskan untuk sekali lagi me-reboot salah satu franchise favoritnya itu namun menjadi luar biasa ketika duo Russo memberi porsi cerita tersendiri buat Peter Parker baru dalam wujud Tom Holland dengan segala pesona bocah ABG yang luar biasa cerewet bersama kehadiran bibi May yang ehmm….jauh lebih cant, eh, muda. Tetapi tidak hanya Spidey yang mendapatkan kesempatan untuk tampil debut, T’Challa a.k.a Black Panther yang dimainkan Chadwick Boseman pun turut mencuri perhatian bersama kemunculannya yang elegan. Popularitasnya yang harus diakui masih kalah dengan Spider-Man malah menghadirkan sisi misterius tersendiri yang membuat penonton awam tertarik untuk mengenalnya lebih jauh, apalagi ia mampu tampil mengesankan di sini dengan kostum keren dan adegan aksi yang memukau.
Sumber
bb81c3e55bdc51084d5ce779918de218afca6c2e

Captain-America-Civil-War-MTV-Movie-Awar

captain-america-civil-war-movie.jpg

Download Film Captain America: Civil War (2016) HDCAM Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 17 Menit - 59 Detik
Ukuran: 351 mb
SS:



Download Single Link:
Solid-Files 
Subtitle:
Indonesia_ More

Download Film The Conjuring 2 (2016)

download film The Conjuring 2 (2016) high quality
movie The Conjuring 2 (2016) film terbaru

Title : The Conjuring 2 (2016)
Duration : 99 Min
Release Date : 10 June 2016
Language : English
Country : USA
Genre : Horror
Star Cast : Vera Farmiga , Patrick Wilson, Madison Wolfe | Full Cast
Rating : rating The Conjuring 2 (2016) 8.2/10

Sinopsis The Conjuring 2 (2016)


THE CONJURING 2 bercerita tentang pasangan paranormal terkemuka di dunia, Lorraine dan Ed Warren, yang mencoba untuk menangani kasus supranatural yang terjadi di Inggris pada tahun 1977.

Pasangan ini akan mendatangi sebuah rumah dari seorang ibu di pinggiran kota London yang mengatakan bahwa anaknya telah dirasuki oleh setan. Warren mengatakan bahwa salah satu anak tersebut melayang, sedangkan yang lainnya dematerialize di depannya. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu pengalaman yang paling menakutkan dari karirnya sebagai paranormal. Seperti apa?


Download The Conjuring 2 (2016)


  • Download Film The Conjuring 2 (2016) Subtitle Indonesia Mp4 High Quality:
  • File Format: Mkv
  • Resolusi: 360p
  • Quality: HDTS
  • Ukuran: 257 Mb


  • Download The Conjuring 2 (2016) Single link:
  • Upfile 
  • Subtitle:Malaysia(Indonesia Ready) 
Hitman Agent 47

 Download film Hitman: Agent 47 (2015) + Subtitle Indonesia
  • » Released 21 August 2015 (USA)
  • » Country Germany | USA
  • » Language English
  • » Genre Action | Crime | Thriller
  • » Director Aleksander Bach
  • » Writers Skip Woods (screenplay), Michael Finch (screenplay), 1 more credit »
  • » Starcast Rupert Friend , Hannah Ware , Zachary Quinto | See full cast and crew »
  • » Rating (5,9/10) http://www.imdb.com/title/tt2679042/

Sinopsis film Hitman: Agent 47 (2015)
Sebut saja Hitman: Agent 47 ini sebagai wujud keras kepala ataupun usaha menuntaskan rasa penasaran dari 20th Century Fox atas hak yang telah mereka beli satu dekade yang lalu: Hitman.
Sebelum reboot ini lahir film pertamanya sendiri dapat dikatakan seperti butiran pasir di tepi pantai yang berhasil dibentuk menjadi sebuah istana tapi dalam waktu singkat hilang ditelan ombak, usaha latah yang walaupun sukses di segi finansial tapi tidak berhasil mengikuti jejak sesama film yang bersumber dari video games seperti Resident Evil untuk menjadi sesuatu yang memorable.
Agent 47 (Rupert Friend) adalah pembunuh professional hasil percobaan sebuah kelompok rahasia yang ingin menciptakan pembunuh yang sempurna, namun suatu ketika menghadapi masalah karena proyek yang dipimpin Dr. Litvenko (Ciaran Hinds) itu hancur dan muncul perusahaan baru yang membuat tentara bayaran mutan.
Petunjuk bagi Agent 47 ada pada Katia (Hannah Ware), putri Litvenko, yang ketika berusaha mencari ayahnya juga menjadi target dari Agent 47 bersama saingannya, Smith (Zachary Quinto). Script dan eksekusi yang dilakukan Aleksander Bach sejak awal seperti tidak mau repot menaruh atensi pada mereka.
Hitman: Agent 47 ini seperti film dengan materi yang berasal dari video games dan coba di tampilkan kembali dengan kesan video games, tapi celakanya tidak disertai dengan tensi yang menarik. Kamu tidak perlu mengerti jauh lebih dalam tentang video games sumbernya untuk bisa menilai ini sebagai petualangan yang: datar dan monton.
Statusnya sebagai reboot benar-benar dipegang teguh oleh film ini, ia mengulang kembali apa yang pendahulunya itu lakukan di tahun 2007 tanpa memberikan perbaikan yang oke. Tidak ada sesuatu yang baru yang menarik disini, kita menyaksikan mesin pembunuh yang anehnya tampak lebih menarik ketika ia hanya duduk diam ketimbang saat ia beraksi berkeliling Berlin dan Singapore dengan pistol dan mobil Audi itu, bermain dengan layar komputer dan smartphone yang kemudian di selingi dengan aksi slo-mo yang seolah diciptakan oleh tim yang baru saja mengenal apa itu slow motion, eksekusi yang berlebihan. Atau itu mungkin usaha mereka untuk mengalihkan perhatian kamu dari kacaunya cerita yang Hitman: Agent 47 punya? Bisa jadi, karena harus diakui action sequences beberapa diantaranya sejenak mampu untuk sekedar mengalihkan perhatian penontonya dari nilai minus cerita.
Dibalik masalah- masalah tadi sebenarnya apa masalah paling mengganggu dari Hitman: Agent 47 ini? Agent 47 dikenal sebagai sosok pembunuh dengan kemampuan tingkat tinggi, tapi disini ia seperti boneka Ken yang di cukur kepalanya dan kemudian di pakaikan setelan jas dan diberikan pistol dan mobil. Penonton seharusnya diberikan sajian dengan tensi yang mumpuni karena ini pada dasarnya merupakan sebuah film action thriller, tapi Hitman: Agent 47 melakukan sebaliknya, tensi cerita sering terasa terlalu tenang dengan citra kartun yang kental. Tidak mengharapkan emosi untuk ikut terlibat dalam cerita, untuk menikmati adegan action saja terkadang terasa sulit karena kualitas efek hingga stunt terasa kurang rapi dan sering kali terasa berlebihan, dan semakin lengkap karena karakter dan dialog juga seperti tidak bernyawa.

Review film Hitman: Agent 47 (2015)
Review 2 film Hitman: Agent 47 (2015)
Link:
Link Uppit
Link Upfile
Copy From:RyeKhoplock

Oke Guys Mungkin Blog Ini
Masih Blog Pertama Gua Jadi Gua Akan Share Film Terbaru
Image result for hitman wallpaper